u mu dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu. Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar. Ia yang bisa memberimu dampak positif dalam hidupmu. Ia yang mengingatkanmu akan Tuhan. Ia yang mengajakmu bersyukur saat kegagalan menghampiri hidupmu. Ia yang tidak pernah lupa menyebutmu dalam doanya. Ia yang mengajarkanmu akan tujuan hidup dan prioritas hidup.
Jika dulu sifat manjanya membuatmu tertawa lucu, jika dulu cemburunya berarti sayang buat kamu, jika dulu airmatanya bisa menyayat hatimu, maka, jika sekarang semuanya itu jadi alasan kamu melepaskannya, maka merenunglah sejenak. Karena mungkin pernyataan ini benar! "Sebenarnya bukan karena manjanya, cemburunya, atau sifat buruk lainnya yang menyebabkan kamu berani melepaskannya, tapi karena sekarang kamu mengijinkan wanita lain menjadi pendengar masalahmu dengannya." Itulah PENGKHIANATAN yang tidak pernah disadari seorang pria!
Berjalanlah bersama dia yang Tuhan ciptakan dari Tulang Rusukmu.
Jika dulu sifat manjanya membuatmu tertawa lucu, jika dulu cemburunya berarti sayang buat kamu, jika dulu airmatanya bisa menyayat hatimu, maka, jika sekarang semuanya itu jadi alasan kamu melepaskannya, maka merenunglah sejenak. Karena mungkin pernyataan ini benar! "Sebenarnya bukan karena manjanya, cemburunya, atau sifat buruk lainnya yang menyebabkan kamu berani melepaskannya, tapi karena sekarang kamu mengijinkan wanita lain menjadi pendengar masalahmu dengannya." Itulah PENGKHIANATAN yang tidak pernah disadari seorang pria!
Berjalanlah bersama dia yang Tuhan ciptakan dari Tulang Rusukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar